media online ukuran baru
Ads Bangka Selatan
Ads Bangka Tengah
Ads Bangka Barat
previous arrow
next arrow
300 DAPIL 1 500X300 LOBANG SAJA
300 DAPIL 3 500X300 LOBANG SAJA
300 DAPIL 2 500X300 LOBANG SAJA
300 DAPIL 4 500X300_2 PCS LOBANG SAJA
previous arrow
next arrow

Tipikor DAK Fisik 2019 Dinas Pendidikan Basel Segera di Sidangkan

KOPPINEWS.ID, Bangka Selatan – Setelah melakukan penahanan terhadap dua terdakwa Apriyansyah alias Jansen dan Ardiyansyah alias Riyan pada tindak pidana korupsi (Tipikor) kegiatan pembangunan prasarana sekolah Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Selatan Tahun 2019 oleh Kejaksaan Negeri Bangka Selatan pada akhir bulan November 2020 lalu, tim penyidik ​​kejaksaan kembali melakukan pemeriksaan terhadap 31 orang saksi.

Seperti di langsir oleh Laskar Pelangi, Bahwa Kepala Kejari Bangka Selatan, Mayasari melalui Kepala Seksi Intelijen Dody Prihatman Purba mengatakan dalam kasus tersebut pihaknya sudah memanggil dan memeriksa sebanyak 105 orang saksi.

“Hingga sekarang, kasus ini sudah sampai tahap akhir pemberkasan. Setelah itu, kalau berkas sudah lengkap, nanti kita masuk kedalam tahap pra penuntutan, ”kata Dody kepada wartawan, pada Rabu, (03/02/21).

Dody juga menuturkan, pihaknya akan melakukan proses penyerahan berkas dari penyidik ​​jaksa ke pelimpahan pengadilan untuk segera disidangkan.

“Setelah jaksa pengadilan berkasnya sudah lengkap, maka akan dilimpahkan ke pengadilan dan akan disidangkan Cepat mungkin,” jelasnya.

Tak sampai itu, Kejari Bangka Selatan juga sudah memeriksa anggaran sebesar Rp 6 miliar dari Rp 17 miliar pada kasus tipikor tersebut. Dan menyelamatkan keuangan negara Rp 277,6 juta.

“Sampai dengan saat ini, kita sudah berupaya menyelamatkan keuangan negara yaitu sebesar Rp 277.645.700, -,” ujarnya.

Hanya saja, terang dia untuk total kerugian negara saat ini pihaknya belum bisa memastikan secara akurat berapa kerugian nominal negara yang diakibatkan oleh tipikor fisik DAK Dindik itu. Dan untuk besaran uang yang wilayah itu, lanjut Dody, merupakan uang yang disetorkan oleh 33 kepala sekolah dari 36 kegiatan.

“Untuk total kerugian negara, pada saat ini kami belum bisa menyampaikan secara nyata, karena masih proses penghitungan oleh ahli, dan tahap penyidikan saat ini juga masih proses tahap penyempurnaan pemberkasan, yaitu pemeriksaan ahli dan hasil akhir penghitungan kerugian negara oleh ahli,” jelasnya. *(Red)

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *