media online ukuran baru
Ads Bangka Selatan
Ads Bangka Tengah
Ads Bangka Barat
previous arrow
next arrow
300 DAPIL 1 500X300 LOBANG SAJA
300 DAPIL 3 500X300 LOBANG SAJA
300 DAPIL 2 500X300 LOBANG SAJA
300 DAPIL 4 500X300_2 PCS LOBANG SAJA
previous arrow
next arrow

Gejala Awal Penularan Virus Corona yang Jarang Terjadi

KOPPINEWS.ID,Jakarta – Infeksi virus corona tidak hanya menimbulkan gejala yang khas seperti demam tinggi dan batuk kering. Virus mematikan itu juga ada yang tidak bergejala.

Hal itu menimbulkan pertanyaan dan kekhawatiran, apakah Anda bisa terinfeksi virus corona tanpa disadari?

Seperti di langsir di CNBC Indonesia menurut para ahli beberapa tanda bisa menjadi petunjuk bahwa Anda mungkin sudah terjangkit Covid-19. Berikut adalah beberapa gejala Covid-19 lainnya yang jarang terjadi.

Anosmia

Gejala Covid-19 ini sering dialami oleh pasien baik kasus corona tingkat ringan maupun sedang. Gejala ini disebut anosmia yang dikembangkan oleh sejumlah pasien Covid-19.

Sakit perut

Sakit perut dianggap sebagai salah satu gejala COVID-19 selain batuk dan pilek. Infeksi akibat virus COVID-19 menyebabkan pasien terkena diare dan mengalami muntah-muntah.

Nyeri otot

Nyeri otot dapat dianggap sebagai salah satu gejala Covid-19 yang cukup serius. Hal ini disebabkan oleh pelepasan bahan kimia sitokin ke tubuh sebagai respon terhadap infeksi.

Sakit kepala

Gejala COVID-19 satu ini bisa menimpa pasien corona tanpa mereka sadari. Biasanya, sakit kepala akibat COVID-19 terjadi dalam intensitas sedang hingga parah dan hanya menyerang bagian sebelah (migrain).

Selain itu, sakit kepala akibat COVID-19 disertai demam tinggi yang mengakibatkan tubuh rentan terkena corona. Disarankan untuk segera memeriksa suhu tubuh dan konsultasi dengan dokter.

Gatal-gatal

Gatal-gatal sebagai gejala COVID-19 di mana muncul bintik-bintik atau ruam pada kulit tanpa sebab. Tidak hanya gatal, bintik-bintik merah juga memberikan sensasi terbakar sebagai respon imun terhadap sistem saraf.

Infeksi mata

Menurut laporan American Academy of Ophthalmology, beberapa pasien yang mengalami kondisi mata merah sebagai gejala COVID-19 baru. Namun, tidak perlu khawatir karena bisa saja ada faktor lain yang menyebabkan mata merah, bukan berarti merupakan gejala Covid-19. *(red)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *