media online ukuran baru
Ads Bangka Selatan
Ads Bangka Tengah
Ads Bangka Barat
previous arrow
next arrow
300 DAPIL 1 500X300 LOBANG SAJA
300 DAPIL 3 500X300 LOBANG SAJA
300 DAPIL 2 500X300 LOBANG SAJA
300 DAPIL 4 500X300_2 PCS LOBANG SAJA
previous arrow
next arrow

Aktivitas TI Ilegal Kolong Pungguk dan Sungai Berok Merajalela,Ketua DPRD Bateng Angkat Bicara

KOPPNEWS.ID, KOBA_Aktifitas Tambang Timah (TI) ilegal di kolong Merbuk dan daerah aliran sungai Berok terus membabi buta dan          Merajalela seakan tak peduli dengan dampak lingkungan sekitarnya.

Menurut pengakuan Warga RT 003 Kelurahan Simpang Perlang Sharoni bahwa para penambang semakin liar, seakan meremehkan wibawa aparat penegak hukum yang ada di Bangka Tengah, Minggu ( 28/03/21).

“Setahu saya melihat secara langsung, baik membaca di media online bahwa Bapak Kapolres Bateng dan jajaranya sudah berkali kali menertipkan Aktivitas TI Ilegal yang ada di kolong Merbuk dan DAS Berok ini, bahkan ada seruan lewat spanduk namun para penambangan tersebut tidak pernah jera,sebenarnya ada apa di balik ini semua,” ungkap Sharoni.

Menurut pengakuan Sharoni dengan adanya tambang tersebut sudah sering kali mengadu ke pihak berwajib baik dengan bertemu langsung, Via SMS atau surat resmi tapi kenyataanya TI ilegal di Pungguk dan alur sungai Berok terus beroprasi hingga saat ini.

Aktivitas TI di Sungai Berok Bateng

Lanjut Sharoni ,dengan adanya kegiatan TI ilegal tersebut dan isu lingkungan saat ini, beberapa hari yang lalu persoalan tersebut kita sampaikan ke Ketua DPRD Bateng di kantornya.

” Alhamdulillah Bu Me Hoa Ketua DPRD Bangka Tengah ( Bateng) menerima keluhan kami dan beliau akan segera audiensi secepatnya ke pihak pihak terkait agar persoalan ini bisa di selesaikan dengan cepat dan menemukan solusinya ,” ungkapnya.

Sementara itu Ketua DPRD Bateng Me Hoa saat di konfirmasi wartawan mengaku memang betul ada warga RT 003 Kelurahan Simpang Perlang atas nama Sharoni datang keruang kerjanya guna menyampaikan masalah banjir di pemukiman warga dan juga adanya Aktivitas TI di Pungguk dan aliran sungai Berok.

” Aspirasi pak Sharoni sudah kita dengarkan dan kebetulan wakil DPRD pak Supri juga hadir, saat ini memang Dapil Pemilihanya.Intinya, kami akan menyampaikan ke Bupati agar berinisiatif untuk
mempertemukan antara masyarakat penambang dan stakeholdier lainya, karena persoalan ini harus kita pecahkan bersama,boleh di tambang atau tidak, kalau tidak boleh polisi harus membuat aturan sebaik mungkin,” jelas Me Hoa.

Me Hoa juga menjelaskan bahwa eks Kobatin kolong Pungguk, Kenari dan Merbuk itu sudah di ketahui oleh pak Algafry sebelum beliau jadi Bupati dan Setelah jadi Bupati ini kita harapkan ketegasnya.

” Apalagi sekarang lahan eks Kobatin statusnya sudah milik pemda, kalau kita dengar dari dinas kehutan kolong Pungguk tidak mungkin di jadikan kawasan pertambangan cocoknya untuk tempat pariwisata ,” ungkap Me Hoa.

Kami di DPRD, bersifat mendukung langkah langka pemerintah yang sifatnya baik untuk masyarakat banyak dan tidak mencari_cari kesalahan siapapun, yang terpenting masyarakat harus merasa nyaman,tutup Me hoa .

Penulis : Fernandes Lawar
Editor : Hary




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *