media online ukuran baru
Ads Bangka Selatan
Ads Bangka Tengah
Ads Bangka Barat
previous arrow
next arrow
300 DAPIL 1 500X300 LOBANG SAJA
300 DAPIL 3 500X300 LOBANG SAJA
300 DAPIL 2 500X300 LOBANG SAJA
300 DAPIL 4 500X300_2 PCS LOBANG SAJA
previous arrow
next arrow

Aksi Damai Menolak Geothermal di Depan Kantor DPRD NTT, FADMMAB Sebut ” Lonto Leok” Merupakan Kekejaman Pemda

KOPPINEWS.ID,Kupang_ Aksi unjuk rasa damai yang di kumandangkan oleh Forum Advokasi Mahasiswa Manggarai Barat (FADMMAB) di depan kantor DPRD Nusa Tenggara Timur (NTT) yang menolak Geothermal tersebut
berjalan lancar. Rabu (09/02).

Koordinator lapangan ( KORLAP) Weli Waldus dalam aksinya mengatakan Pemda Mabar dalam sosialisasi ala budaya Manggarai di sebut ” lonto leok” itu merupakan kekejaman pemda,karena sudah mengintervensi bahkan memaksa kehendak masyarakat.

“Dengan demikian kami mengecam Pemda Mabar yang hadir dalam lonto leok itu, bagi kami kehadiran Pemda Mabar bentuk ketidak pedulian sisi kemanusiaan dari masyarakat yang berkonflik. Namun melihat masyarakat sebagai bagian yang terpisahkan dari kebijakan yang diambil sehingga upaya budaya Lonto Leok itu warisan budaya tidak boleh di intervensi oleh pemerintah bagi kami Pemda Mabar sudah mengalami pergeseran paradigma.Oleh karena itu bagi Weli lonto leok yang dilaksanakan itu bentuk merampas kemerdekaan. masyarakat yang berbudaya. Dengan alasan itu, apapun yang di simpulkan oleh Pemda bahkan masyarakat telah setuju merupakan kebohongan besar karena fakta di lapangan masih ada masyarakat yang tidak setuju atau menolak,” tutupnya.

Sementara itu, Koordinator Umum          (Kordum) Oan Putra dalam orasinya mengatakan, kecemasan Wae Sano sudah berjalan kurang lebih lima tahun suara penolakan terus di kumandangkan.Akan tetapi
DPRD lupa akan tugasnya sebagai corong masyarakat dan menganggap DPRD telah terkontaminasi oleh pihak luar.

“Sudah lima tahun warga Wae Sano dalam hidup ketidak pastian, cemas dan tak menentu.Namun ditengah gelombang penolakan yang cukup masif, justru lembaga DPRDpun kian pasif dalam menjalankan tugasnya.Kami menduga DPRD terkontaminasi oleh segelintir kepentingan yang terselip dalam setiap rutinitas agenda kerjanya,”tegasnya.

Pantauan KOPPINEWS.ID, masa aksi FADMMAB sekian lama berorasi di depan kantor DPRD NTT, tidak terlihat anggota DPR tersebut ada di kantor. Saat dikonfirmasi semua wakil rakyat sedang dalam Dinas Luar ke sejumlah kabupaten NTT.Selanjutnya perwakilan masa aksi diterima oleh Sekwan DPRD NTT, Thobias Ngongo Bulu kemudian Kordum memberikan kartu merah dan anggota DPRD yang dinas luar di berikan kartu kuning. ( Andi)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *