media online ukuran baru
Ads Bangka Selatan
Ads Bangka Tengah
Ads Bangka Barat
previous arrow
next arrow
300 DAPIL 1 500X300 LOBANG SAJA
300 DAPIL 3 500X300 LOBANG SAJA
300 DAPIL 2 500X300 LOBANG SAJA
300 DAPIL 4 500X300_2 PCS LOBANG SAJA
previous arrow
next arrow

Aksi Unjuk Rasa FADMMAB_ Kupang, di Depan Kantor DPRD NTT Sampaikan 10 Tuntutan

KOPPINEWS.ID,Kupang- Serangkaian unjuk rasa oleh Forum Advokasi Maha
siswa Manggarai Barat (FADMMAB) yang di gelar di depan kantor DPRD Nusa Tenggara Timur ( NTT) Pada, Rabo 09 Februari 2022 tersebut,memperjuangkan kehendak masyarakat Wae Sano dengan 10 pernyataan sikap terhadap pemerintah.

FADMMAD, menaruh atensi khusus terhadap perjuangan masyarakat Wae Sano sehingga dipandang perlu untuk berjuang dan meneruskan aspirasi penolakan mereka sebagai bentuk empati kami sebagai mahasiswa,” jelas Oan orator unjuk rasa.

Di akhir aksi tersebut Oan Putra yang merupakan koordinator Umum (Kordum) membacakan Sepuluh (10) pernyataan sikap antara lain,
1.Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat dan PT.Geo Dipa Energi selaku pengelola proyek Geothermal agar segera menghentikan segala aktivitas di desa Wae Sano.

2.Mendesak DPRD kabupaten Manggarai Barat agar menjalankan pengawasan. atau check and balance terhadap menghadirkan proyek Geothermal itu.

Baca juga  POPDA Ke-11 Tingkat Provinsi Babel Resmi Ditutup, Tuan Rumah Sukses Mempertahankan Juara

3.Mendesak DPRD Manggarai Barat agar lebih mengutamakan profesionalitas kerja,sehingga tidak terpengaruh dengan kepentingan.

4. Mengecam Pemda Mabar, keuskupan Ruteng ,dan PT. Geo Dipa Energi agar menghentikan upaya mengelabui subtansi penolakan masyarakat.

5.mendesak DPRD Provinsi NTT agar mengambil peran lebih aktif dalam menyerap aspirasi penolakan masyarakat sebagai bentuk keberpihakan kepada masyarakat.

6. Mendesak DPRD Provinsi NTT agar segera mengajukan surat kepada presiden Jokowidodo dan Bank Dunia terkait aspirasi penolakan masyarakat Wae Sano terhadap proyek Geothermal.

7.Mendesak Pemda Mabar dan Pemprov.NTT untuk berpihak kepada masyarakat setempat yang menolak proyek Geothermal sebagai bentuk tugas pelayanan

8.Menuntut dan kendesak pemerintah pusat untuk menghargai pemberian jaminan kebebasan yang di atur dalam konstitusi.

9. Mendesak Bank Dunia selaku penyandang dana agar turun langsung ke Desa Wae Sano ,sehingga suara penolakan masyarakat di dengar dan jangan mencairkan anggaran biaya proyek Geothermal itu.

Baca juga  Wali Kota Bersama Kepala OPD Serta Pejabat Di Lingkungan Pemerintah Kota Pangkalpinang Satu Tim Tanding Bola, Menang Telak?

10. Mengajak masyarakat Mabar untuk lebih peduli dengan masyarakat Desa Wae Sano tidak justru membenarkan dalam segala upaya Pemerintah dan PT.Geo Dipa Energi yang kemudian menimbulkan konflik di tengah _ tengah masyarakat.

Usai Sekwan DPRD NTT Tobias, mendengarkan (10) poin tuntutan masa aksi FADMMAB- Kupang tersebut berjanji, akan disampaikan ke anggota DPRD Komisi IV .Thobias juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh masa aksi FADMMAB yang terpanggil menyuarakan aspirasi masyarakat Desa Wae Sano.

Setelah pernyataan sikap di terima oleh Sekwan DPRD NTT tersebut aksi masa membubarkan diri dengan tertib .(Andi)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *