media online ukuran baru
Ads Bangka Selatan
Ads Bangka Tengah
Ads Bangka Barat
previous arrow
next arrow
300 DAPIL 1 500X300 LOBANG SAJA
300 DAPIL 3 500X300 LOBANG SAJA
300 DAPIL 2 500X300 LOBANG SAJA
300 DAPIL 4 500X300_2 PCS LOBANG SAJA
previous arrow
next arrow

Bimtek Kurikulum Muatan Lokal Jenjang TK, SD, dan SMP se Bangka Tengah Tahun 2022, Menuju Kemerdekaan Belajar

KOPPINEWS.ID,PANGKALAN BARU- Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah (Pemkab Bateng) menggelar acara Pembukaan Kegiatan Bimtek Kurikulum Muatan Lokal (Mulok) Jenjang TK, SD, dan SMP Tahun 2022, dilaksanakan di Hotel Grand Vella, Pangkalan Baru, Rabu (13/07/2022).

Diinisiasi oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka Tengah, peserta kegiatan Bimtek ini sebanyak 125 orang, yang terdiri dari 12 Pengawas SD dan SMP, 7 guru TK, 57 guru SD, dan 49 guru SMP.

Kegiatan Bimtek Kurikulum Muatan Lokal Jenjang TK, SD, dan SMP ini akan dilaksanakan selama 3 hari, yakni dari tanggal 13-15 Juli 2022. Menghadirkan narasumber Dyah Tri Palupi, M.Pd selaku Analis Mutu Pendidikan pada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Mewakili Bupati Bangka Tengah, hadir membuka acara Pittor selaku Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, menyampaikan bahwa era pendidikan saat ini sudah bergerak menuju arah kemerdekaan belajar.

Menurutnya, pembelajaran kita saat ini didesak untuk lebih akrab dengan teknologi seraya mewujudkan kegiatan belajar yang sesuai dengan kebutuhan zaman.

“Jikalau dulu pendidikan dan pembelajaran berfokus pada ketercapaian kompetensi, penguasaan materi, serta ketuntasan kurikulum, maka di era merdeka belajar saat ini, arah pembelajaran bergeser kepada pemenuhan kebutuhan siswa demi kemudahan menggapai cita-cita,” jelas Pittor di hadapan para peserta.

Adapun maksud dan tujuan dilaksanakannya kegiatan ini, untuk melestarikan dan mengembangkan keunggulan dan kearifan daerah Pendidikan Kabupaten Bangka Tengah yang berguna bagi diri dan lingkungannya dalam rangka menunjang pembangunan daerah dan nasional.
Dengan hasil akhir terbentuknya kurikulum muatan lokal yang terintegrasi pada mata pelajaran di jenjang satuan pendidikan.

“Dengan kurikulum ini diharapkan, siswa di sekolah tidak tercerabut (terasing-red) dari budaya, tradisi, dan karakteristik masyarakat yang mengitarinya,” ujar Pittor.

Selain pengembangan kurikulum muatan lokal, melalui mata pelajaran muatan lokal yang masih menjadi bagian dari intrakurikuler, sekolah juga dapat mengembangkan kurikulum muatan lokal melalui kegiatan pengembangan diri dalam bentuk ekstrakurikuler dan bimbingan konseling.
“Bapak/Ibu adalah guru-guru yang hebat, kuat, pantang menyerah, dan terus ingin bertumbuh dan belajar. Peran Bapak/Ibu guru saat ini amatlah penting. Tidak hanya terbatas di dalam kelas, anak-anak bangsa sejatinya bisa berkontribusi lebih untuk mewujudkan kemerdekaan belajar,” tutup Pittor menyemangati para peserta.(Red\Diskominfo).




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *