Ads Bangka Selatan
Ads Bangka Tengah
Ads Bangka Barat
DPRD BASEL IDUL FITRI
4 x 1 m EVENT
WhatsApp Image 2023-11-20 at 18.49.23_352a8d70
WhatsApp Image 2023-11-20 at 18.49.09_f17109c0
WhatsApp Image 2024-02-07 at 19.33.04_8501907b
media online idul fitri
previous arrow
next arrow
300 DAPIL 1 500X300 LOBANG SAJA
300 DAPIL 3 500X300 LOBANG SAJA
300 DAPIL 2 500X300 LOBANG SAJA
300 DAPIL 4 500X300_2 PCS LOBANG SAJA
WhatsApp Image 2023-02-14 at 4.48.10 PM
UHC Award
hari lahir pancasila sosmed
IMG-20230720-WA0000
replicate-prediction-u4rj4ybbg4eyshothuoxormnxq
IMG-20230917-WA0005
WhatsApp Image 2023-11-20 at 18.49.23_352a8d70
WhatsApp Image 2023-11-20 at 18.49.24_754015ff
IG KORPRI 2023
WhatsApp Image 2024-02-07 at 19.33.04_958be2e3
xr:d:DAF-4xttWGo:71,j:1941474905019999148,t:24040103
previous arrow
next arrow

Batianus Sampaikan Aspirasi Masyarakat ke Dinas Pertanian Provinsi Babel

KOPPINEWS.ID, Pangkalpinang- Wakil Ketua I DPRD Bangka Tengah (Bateng), Batianus mengunjungi Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Hal itu untuk menyampaikan aspirasi masyarakat terkait pembatasan penggunaan pupuk subsidi hanya untuk 9 komoditas pertanian sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian (permentan) No. 10 Tahun 2022.

Batianus mengatakan bahwa setiap daerah memiliki komoditas unggulan pertanian yang berbeda-beda, Bateng sendiri memiliki beberapa komoditas unggulan pertanian seperti lada, karet, dan kelapa sawit.

Menurutnya, sebelum ada permentan No. 10 Tahun 2022, yang berhak menggunakan pupuk subsidi sebanyak 70 komoditas pertanian, sedangkan pada permentan No. 10 Tahun 2022, hanya ada 9 komoditas yang berhak menggunakan pupuk subsidi, yaitu padi, jagung, kedelai, bawang merah, bawang putih, cabai, kopi, tebu, dan kakao.

“Dengan terbitnya Permentan No. 10 Tahun 2022 ini, kami sangat khawatir kebun lada dan karet rakyat yang selama ini menggunakan pupuk subsidi tidak lagi mendapat pupuk subsidi. Hal itu tentu akan memberikan dampak buruk bagi masyarakat atau petani kita,” kata Batianus, Kamis (28/7/2022).

Baca juga  Bupati Riza Herdavid Bagikan 500 Lembar Sertifikat kepada Masyarakat Desa Tepus

Ia mengatakan Permentan No. 10 Tahun 2022 seharusnya menjadi program kementerian pertanian yang lebih menyasar langsung ke petani termasuk di Babel dan bukan hanya melihat dari komoditas yang ada di Pulau Jawa saja.

“Tugas kita lembaga eksekutif dan legislatif mengawal program kementerian sampai ke petani kita, menyampaikan ini ke masyarakat karena banyak masyarakat yang belum mengetahui permentan 10 tahun 2022 ini, dan kita harus memberi solusi bagi masyarakat kita,” kata Batianus.

Staf Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Babel Sub Koordinator Prasarana dan Sarana Pertanian, Budi J. Santosa mengatakan Permentan No. 10 Tahun 2022 telah melewati tahapan pembahasan pemerintah pusat bersama Panja pupuk subsidi Komisi IV DPR RI.

Baca juga  DENGARKAN PRESENTASI POTENSI KELAUTAN DAN PESISIR KAB. BASEL, MENTERI KKP RI SIAP BERKUNJUNG DAN GELONTORKAN BANTUAN

Menurutnya jika peruntukan pupuk subsidi hanya untuk komoditas padi berdampak sangat besar pada komoditas lain sehingga menyebabkan komoditas lain bisa naik tinggi dan memicu inflasi seperti gula, bawang merah dan putih, kedelai, kopi, kakao dan lain lain.

“Di awal pembahasan dengan komisi IV DPR RI bersama Kementerian Pertanian RI, pupuk subsidi hanya untuk padi saja. semua komoditas produk pertanian strategis sudah diatur dalam Perpres No. 59 Tahun 2020 . Lada tidak masuk dalam komoditas strategis sehingga lada tidak masuk dalam komoditas yang dapat menggunakan pupuk subsidi,” kata Budi.

“Kami bersama penyuluh pertanian akan mensosialisasikan ke masyarakat terkait aturan ini. Kami menganjurkan para petani disamping bertani juga berternak ayam, sapi, atau kambing sehingga kotoran dapat digunakan sebagai pupuk kompos,” kata Budi.(Red).

Editor : Feren.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *