media online ukuran baru
Ads Bangka Selatan
Ads Bangka Tengah
Ads Bangka Barat
previous arrow
next arrow
300 DAPIL 1 500X300 LOBANG SAJA
300 DAPIL 3 500X300 LOBANG SAJA
300 DAPIL 2 500X300 LOBANG SAJA
300 DAPIL 4 500X300_2 PCS LOBANG SAJA
previous arrow
next arrow

Me Hoa Turut Prihatin Kasus Kekerasan Terhadap Anak di Bateng Meningkat

KOPPINEWS.ID,Bangka Tengah- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bangka Tengah, Me Hoa, turut prihatin atas meningkatnya kasus kekerasan terhadap anak di Kabupaten Bangka Tengah pada Januari hingga Juli Tahun 2022.

Tercatat ada 19 kasus kekerasan terhadap anak terjadi selama, Januari hingga Juli 2022, di Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Data tersebut berdasarkan kasus yang masuk ke Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Bencana Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak ( DPPKBP3A) Kabupaten Bangka Tengah dan sesuai dg data di Polres, Kejari dan PN Bangka Tengah.

“Memang, Bateng data di Polres, Kejari dan PN Koba, Kasus tertinggi adalah Kekerasan terhadap Anak, dibanding kasus Narkoba malah, disampaikan juga oleh Kajari Bangka Tengah saat Pemusnahan Barang Bukti Tindak Pidana Umur Minggu yg lalu. Namun setelah saya cermati dan evaluasi, Kita harus tetap optimis kasus bisa menurun. Dari sisi kebijakan Anggaran, Legislasi dan Kontrol pada OPD dan Steakholders DPRD sudah mendukung penuh sehingga mendapat penghargaan predikat kabupaten layak anak,” kata Me Hoa, Rabu (17/8/2022).

Kendati di dukung Anggarannya dan sebagai nya, kata Me Hoa, namun kasus kekerasan terhadap terus meninggkat. Menurutnya jika tidak didukung dengan Anggaran yang ada mungkin bisa lebih meningkat dan tinggi lagi kekerasan terhadap anak di bateng.

“Maka Kita harus pisahkan dulu substansi masalah nya. Semoga nanti berkurang kasus nya,” jelasnya.

Tak lupa dirinya mengajak Dinas terkait untuk meningkatkan lagi sosialisasi untuk mencegah kekerasan terhadap anak. Walaupun bagaimana pun anak merupakan cikal-bakal pemimpin bangsa mendatang.

“Saya berharap gaya pengawasan dan pendekatan di ubah dengan yang lebih tepat sasaran dan lebih di mengerti. Umum nya Pelaku anggap remeh, tidak tahu betapa pedih dan pelik nya jika tersangkut hukum, dengan ancaman tinggi di atas 10 tahun Penjara aja tidak takut !!! ,” tutup nya.(Red).




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *