media online ukuran baru
Ads Bangka Selatan
Ads Bangka Tengah
Ads Bangka Barat
previous arrow
next arrow
300 DAPIL 1 500X300 LOBANG SAJA
300 DAPIL 3 500X300 LOBANG SAJA
300 DAPIL 2 500X300 LOBANG SAJA
300 DAPIL 4 500X300_2 PCS LOBANG SAJA
previous arrow
next arrow

Bupati Yohanis Dade : Perhatian Terhadap Isu Gender Merupakan Keharusan

KOPPINEWS.ID, Waikabubak – Mewakili Bupati Sumba Barat Yohanis Dade, S.H, Sekretaris Daerah Kabupaten Sumba Barat Yermia Ndapa Doda, S.Sos menghadiri sekaligus membuka kegiatan pelatihan gender bagi pengurus organisasi perempuan yang digelar oleh DP5A Kabupaten Sumba Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bertempat di Aula Hotel Pelita Waikabubak pada Rabu, 24 Agustus 2022.

Turut hadir Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olah Raga, Plt. Kepala Dinas DP5A Kabupaten Sumba Barat, narasumber dari DP3A Provinsi NTT dan peserta pelatihan dari sejumlah organisasi perempuan se-Kabupaten Sumba Barat.

Kegiatan pelatihan bagi 30 pengurus organisasi perempuan itu diselenggarakan oleh DP5A Kabupaten Sumba Barat melalui program Perlindungan Perempuan agar para perempuan dapat menyuarakan tentang kesetaraan gender di organisasinya masing-masing.

Bupati Sumba Barat dalam sambutan yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sumba Barat mengatakan, bahwa Pemberdayaan perempuan dan tercapainya kesetaraan gender merupakan masalah hak asasi manusia dan ketidakadilan sosial, tidak tepat apabila dipersepsikan sebagai isu perempuan saja, karena masalah dan kondisi sosial tersebut merupakan persyaratan dalam proses pembangunan masyarakat yang adil.

“Perhatian terhadap isu gender merupakan sebuah keharusan, karena isu gender merupakan salah satu strategi pembangunan dan pemberdayaan perempuan, implementasinya melalui prinsip kesetaraan dan keadilan gender yang harus menjadi dasar dalam setiap kebijakan dalam pembangunan”, pungkasnya.

Baca juga  Keseriusan Kabupaten Belitung Mempersiapkan Penyambutan Delegasi G20

Lanjutnya, “keberhasilan pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah, swasta maupun masyarakat tergantung dari peran serta seluruh elemen penduduk baik laki – laki maupun perempuan sebagai pelaku pembangunan dan sekaligus sebagai penerima manfaat hasil pembangunan”.

Juga Bupati Yohanis Dade dalam sambutannya yang dibacakan Sekda itu, mengharapkan dengan adanya pelatihan itu dapat meningkatkan pendidikan dan kualitas sumber daya perempuan di Kabupaten Sumba Barat.

“Saya berharap, dengan adanya pelatihan ini dapat meningkatkan pendidikan dan kualitas sumber daya perempuan di Kabupaten Sumba Barat ini, sehingga perempuan mampu memanfaatkan berbagai kesempatan dan peluang yang ada dengan sebaik – baiknya dan mampu mengembangkan potensi yang dimiliki secara optimal. Dalam hal ini, perempuan merupakan aset pembangunan yang potensial dan produktif, maka akan menjadi sumber daya pembangunan yang tangguh, andal dan dapat menjadi pelaku perubahan yang penting, menuju terwujudnya kesetaraan dan keadilan gender di Kabupaten Sumba Barat”, harap Bupati Yohanis Dade.

Baca juga  Aslog Polri Kunjungi Polres Pangkalpinang Dalam Rangka Pengawasan dan Pendataan BMN Inventaris Aset Polri Tahun 2022

Tambahnya, “Dapat saya sampaikan bahwa Indeks Pembangunan Gender di Kabupaten Sumba Barat, pada Tahun 2021 mencapai 94,81 poin, pada Tahun 2022 ditargetkan sebesar 95,01 poin. Ini merupakan bukti bahwa pemerintah berkomitmen untuk mengedepankan isu kesetaraan gender dalam berbagai kebijakan, sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup perempuan di Sumba Barat ini”.

Di akhir sambutannya, Bupati Sumba Barat menaruh harapan yang besar, bahwa dengan adanya kegiatan pelatihan itu peran dan andil ibu-ibu dapat memberikan kontribusi untuk bisa berkarya di tempat pengabdian masing-masing demi kemajuan Sumba Barat yang lebih baik ke depan.

“Saya sangat berharap bahwa kegiatan ini dapat membawa dampak positif bagi ibu – ibu semua yang adalah representatif perempuan se-Kabupaten Sumba Barat ini, sekiranya peran dan andil ibu – ibu ke depannya dapat memberikan kontribusi lewat karya di tempat pengabdian masing – masing, ibu – ibu juga harus mampu menjadi pelopor kesetaraan gender di lingkungan keluarga, organisasi, tempat kerja atau pengabdian masing – masing”, Tutup Bupati Yohanis Dade.***

Oleh : Isidorus Andi




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *