media online ukuran baru
Ads Bangka Selatan
Ads Bangka Tengah
Ads Bangka Barat
previous arrow
next arrow
300 DAPIL 1 500X300 LOBANG SAJA
300 DAPIL 3 500X300 LOBANG SAJA
300 DAPIL 2 500X300 LOBANG SAJA
300 DAPIL 4 500X300_2 PCS LOBANG SAJA
previous arrow
next arrow

Lestarikan Sejarah, Pemkab Basel Bakal Bentuk Tim Penelusuran Naskah Kuno

KOPPINEWS.ID,Toboali – Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan menggelar acara Sosialisasi Pelestarian Naskah Kuno dan Koleksi Budaya Etnis milik Kabupaten Bangka Selatan di Ruang Rapat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Selatan, Rabu (21/9/2022).

Acara sosialisasi itu dibuka Bupati Bangka Selatan, H. Riza Herdavid, S.T, M.Tr.IP l, yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Sosial, H. Haris Setiawan, S.Pi., M.T.

Dalam sambutannya, Haris mengapresiasi kegiatan sosialisasi itu. Lebih lanjut, dia berharap agar segera dibuatkan SK untuk Tim Penelusur Naskah Kuno di Kabupaten Bangka Selatan.

“Saya pikir ini hal yang luar biasa. Dengan adanya Tim Penelusuran Naskah Kuno, bisa menjaga dan melestarikan sejarah yang kita miliki. Sehingga harapannya ini bisa menjadi wisata sejarah,” ujar Haris.

Menurutnya, dengan adanya pelestarian naskah kuno dan koleksi budaya etnis, bisa menggerakan roda perekonomian di Kabupaten Bangka Selatan. Pelestarian naskah kuno tersebut pada akhirnya bermuara untuk kepentingan masyarakat Bangka Selatan.

“Adanya destinasi wisata sejarah, tentu mengembangkan wisata kuliner, transportasi, dan akhirnya semua bermuara untuk kesejahteraan masyarakat Bangka Selatan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bangka Selatan, Sumadi S.Pd, M.M, mengatakan, kegiatan sosialisasi itu merupakan langkah awal untuk pembentukan Tim Penelusuran Naskah Kuno di Bangka Selatan.

“Kegiatan sosialisasi ini merupakan langkah awal untuk pembentukan Tim Penelusuran Naskah Kuno. Harapannya tim ini bisa bekerja menelusuri sekaligus melestarikan naskah kuno di Bangka Selatan,” ucap Sumadi.

Menurutnya, ada tiga hal yang diperlukan untuk melestarikan naskah kuno dan koleksi budaya etnis di Bangka Selatan, ialah pemerintah, masyarakat, kemudian penulis.(Red\Diskominfo Basel).




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *