Ads Bangka Selatan
Ads Bangka Tengah
Ads Bangka Barat
DPRD BASEL IDUL FITRI
4 x 1 m EVENT
WhatsApp Image 2023-11-20 at 18.49.23_352a8d70
WhatsApp Image 2023-11-20 at 18.49.09_f17109c0
WhatsApp Image 2024-02-07 at 19.33.04_8501907b
previous arrow
next arrow
300 DAPIL 1 500X300 LOBANG SAJA
300 DAPIL 3 500X300 LOBANG SAJA
300 DAPIL 2 500X300 LOBANG SAJA
300 DAPIL 4 500X300_2 PCS LOBANG SAJA
WhatsApp Image 2023-02-14 at 4.48.10 PM
UHC Award
hari lahir pancasila sosmed
IMG-20230720-WA0000
replicate-prediction-u4rj4ybbg4eyshothuoxormnxq
IMG-20230917-WA0005
WhatsApp Image 2023-11-20 at 18.49.23_352a8d70
WhatsApp Image 2023-11-20 at 18.49.24_754015ff
IG KORPRI 2023
WhatsApp Image 2024-02-07 at 19.33.04_958be2e3
previous arrow
next arrow

Jelang Nataru, Pemprov Kep Babel Gencarkan Operasi Pasar Secara Intensifikasi dan Ekstensifikasi

KOPPINEWS.ID,Pangkalpinang – Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov. Kep. Babel) terus melakukan berbagai upaya untuk menjaga ketersediaan stok dan keterjangkauan harga bahan pangan bagi seluruh masyarakat Kep. Babel. Salah satunya dengan melakukan operasi pasar bahan pangan.

Hal ini bertujuan untuk menjaga stabilitas harga bahan pangan agar tetap terjangkau untuk masyarakat, di mana pemerataan distribusi menjadi kunci. Untuk itu menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN) Natal dan Tahun Baru (Nataru), Sekretaris Daerah (Sekda) Prov. Kep. Babel Naziarto mengatakan, pihaknya akan menggelar operasi pasar secara intensifikasi dan ekstensifikasi.

“Intensifikasi, artinya peningkatan kualitas operasi pasar tersebut terhadap kebutuhan paling primer yang dibutuhkan masyarakat. Sementara ekstensifikasi, jika selama ini kegiatan hanya dilakukan di pasar-pasar besar, nantinya akan menyasar hingga tingkat Kecamatan, ini penting agar adanya pemerataan harga pangan di setiap daerah,” ungkapnya saat diwawancara seusai melaksanakan Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah di Ruang Tanjung Pesona, Kantor Gubernur, Senin (14/11).

Baca juga  Jalin Silaturahmi, Kapolres Bangka Barat Tatap Muka Dengan Wartawan

Tentunya, upaya berbagai langkah ini dilakukan utamanya untuk mengendalikan inflasi daerah, dan wujud keberhasilan itu dibuktikan dengan raihan penghargaan yang diberikan dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang menyebutkan terdapat 10 provinsi yang mampu menekan laju inflasi, salah satunya Babel.

Dengan capaian ini, Kemenkeu memberikan dana insentif daerah (DID) besarannya lebih dari Rp10 miliar kepada 10 provinsi tersebut.

Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri John Wempi Wetipo yang memimpin rapat secara virtual mewanti-wanti adanya potensi kenaikan bahan pokok, seperti beras dan minyak goreng jelang Nataru yang berimplikasi pada kenaikan inflasi.

Dalam dua minggu terakhir, terdapat 5 daerah yang mengalami kenaikan harga beras medium tertinggi, yakni Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, dan Jawa Timur.

Baca juga  Kesan Istimewa Peserta Konreg PDRB-ISE se-Sumatera 2023 di Pulau Belitung

“Sementara terkait minyak goreng, dalam dua minggu terakhir terpantau dalam tren meningkat seiring deflasi puncak minyak goreng pada periode Juli-Agustus,” jelasnya.

Maka ia menyampaikan enam upaya konkret yang harus dilakukan Pemerintah Daerah dalam penangangan inflasi, di antaranya:
1. Melaksanakan operasi pasar murah dengan melihat komoditas yang memberikan andil dalam kenaikan harga;
2. Melaksanakan sidak ke pasar dan distributor agar tidak menahan barang;
3. Kerja sama dengan daerah penghasil komoditi untuk kelancaran pasokan;
4. Melaksanakan pencanangan gerakan menanam;
5. Merealisasikan Bantuan Tidak Terduga (BTT) untuk dukungan pengendalian inflasi;
6. Memberikan bantuan transportasi dari APBD. ( red/Hary)

Sumber : Kominfo




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *