media online ukuran baru
Ads Bangka Selatan
Ads Bangka Tengah
Ads Bangka Barat
previous arrow
next arrow
300 DAPIL 1 500X300 LOBANG SAJA
300 DAPIL 3 500X300 LOBANG SAJA
300 DAPIL 2 500X300 LOBANG SAJA
300 DAPIL 4 500X300_2 PCS LOBANG SAJA
previous arrow
next arrow

Percepat Langkah Penurunan Stunting, TPPS Kecamatan Simpang Katis Dibina!

KOPPINEWS.ID,SIMPANG KATIS- Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) mengelar Pembinaan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten ke TPPS Kecamatan, TPPS Desa dan temu kader pendamping keluarga beresiko stunting serta Kader Pembangunan Manusia (KPM) se-kecamatan Simpang Katis bertempat di Gedung Serba Guna (GSG) Kecamatan Simpang Katis, Rabu (23/11/2022).

Eva Algafry hadir pada kegiatan ini sebagai narasumber menyampaikan bahwa adanya kegiatan Program Percepatan Penurunan Stunting yang dikawal BKKBN tersebut berdasar pada Peraturan Presiden Nomor 72 tahun 2021.

“Kita ditugaskan untuk membentuk TPPS Tingkat Kecamatan dan Tingkat Desa yang terdiri dari Petugas Tim Pendamping Keluarga (TPK) di masing-masing desa,” tuturnya.

Ia juga menyampaikan beberapa poin penting tentang kegiatan TPPS diantaranya pembagian petugas TPK, alur pendanaan dan sistem kerja TPK masing-masing desa di kecamatan.

Pada pertemuan kali ini sendiri Eva Algafry mengatakan, bahwa TPPS Kabupaten memberikan penguatan kepada TPPS Kecamatan.

“Status stunting kita lumayan, biarpun tidak tinggi tapi paling tidak kita lakukan pencegahan supaya kasus stuntingnya tidak bertambah. Status Stuntingyang sudah ada sekarang bisa kita lakukan intervensi lebih awal,” terangnya.

Eva juga menekankan pentingnya Posyandu. Menurutnya Posyandu menjadi kunci utama, karena bisa saling bertukar pengalaman dan pengetahuan tentang stunting itu sendiri.

“Bagaimana kita sekarang merangkul masyarakat agar aktif datang ke Posyandu dan terlibat secara aktif di Posyandu yang hanya satu kali dalam sebulan ini,” ajaknya.

Tak lupa, Eva juga mengajak serta TPPS yang ada di kabupaten untuk memetakan kira-kira sasaran Posyandu mana yang tidak pernah datang untuk lebih didalami.

“Jangan sampai masyarakat yang anaknya terdeteksi stunting menjadi minder, merasa malu sehingga mereka tidak datang ke Posyandu. Kita harus merangkulnya, itu menjadi peran kita bersama,” pungkasnya.

Dengan adanya kegiatan ini diharapkan akan mendapat dukungan dan kerja sama dari semua pihak terkait, terutama Camat dan Kepala Desa di wilayah Kecamatan masing-masing.(Red\Diskominfosta Bateng).




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *