media online ukuran baru
Ads Bangka Selatan
Ads Bangka Tengah
Ads Bangka Barat
media online ukuran baru-1
4x1 ucapan ramadhan (1)
Ramadhan DPRD Basel
previous arrow
next arrow
300 DAPIL 1 500X300 LOBANG SAJA
300 DAPIL 3 500X300 LOBANG SAJA
300 DAPIL 2 500X300 LOBANG SAJA
300 DAPIL 4 500X300_2 PCS LOBANG SAJA
WhatsApp Image 2023-02-14 at 4.48.10 PM
IMG-20230216-WA0001
UHC Award
previous arrow
next arrow

Manajemen Bank NTT Kemasukan Angin, Paskalis Angkur Memberikan Empat Critical Point

KOPPINEWS.ID, Kupang – Bank NTT adalah Bank kebanggaan milik rakyat Nusa Tenggara Timur, sebab ada penyertaan modal daerah yang disertakan oleh Pemerintah Daerah 22 Kabupaten/Kota dan Provinsi di situ, serta saham perorangan yang secara mandiri berinvestasi di Bank NTT.

Hal ini disampaikan Wakil Ketua I DPD Partai Demokrat Provinsi Nusa Tenggara Timur Paskalis J. Angkur kepada media ini pada Kamis, 02 Februari 2023 siang.

Menurutnya, kebanggaan rakyat terhadap Bank NTT seiring dengan berkembangnya bank ini menjadi bank yang modern dengan sistem pelayanan yang serba digital seperti produk Mobile Banking, Internet Banking, dan CMS (Cash Manajemen Sistem) yang sangat baik.

“Hal ini terbukti dengan raihan berbagai penghargaan atau award di tingkat nasional. Bank NTT tentu harus dikelola dengan sangat prudent oleh manajemen agar tidak terjadi trust issue dan menjadi bank gagal. Akhir-akhir ini aroma tidak sedap keluar dari Bank NTT yang mengindikasikan bahwa Bank NTT sedang dalam masalah antara lain kasus korupsi, kasus kredit fiktif, penggunaan dana operasional yang fantastis oleh direksi dan berbagai kasus yang sedang ditangani oleh APH saat ini,” ungkap Paskalis.

Politisi Demokrat asal Manggarai ini menegaskan bahwa, jika menyimak Ikhtisar Keuangan Bank NTT dalam kurun waktu 5 Tahun terakhir (2017-2021) tampak beberapa critical point yang perlu diwaspadai sebagai pertimbangan manajemen risiko yang harus diantisipasi oleh manajemen Bank NTT antara lain:

Baca juga  Jabatan Fungsional Hasil Penyetaraan Ikuti Bimtek, Algafry Singgung Kenaikan Pangkat

1. Retrun On Asset (ROA) yang semakin turun dari tahun 2017-2021 (2,98 – 1,85), yang paling penting di sini adalah manajemen harus menekan biaya yang tinggi dan meningkatkan realisasi kredit yang produktif dan berkualitas.

2. Return On Equity (ROE) sebagaimana kita ketahui bahwa tahun 2017 berada pada level 16,28% dan menurun di tahun 2021 yaitu berada pada level 12,03 %. Para pemegang saham dalam hal ini Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Daerah bersama DPRD harus memperhatikan ini sebagai indikator investasi yang profitable pada Bank NTT.

3. Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) menunjukan kenaikan yang cukup signifikant sejak tahun 2017-2021 (67,37 % – 81-40%), memang hal ini masih dalam batas yang wajar jika merujuk pada standard Bank Indonesia No 6/23/DPNP tahun 2004 dan Inovasi yang dilakukan oleh Bank NTT akhir- akhir ini, namun perlu dikaji lebih dalam apakah beban operasional bank NTT meningkat dalam kerangka untuk meningkatkan performance Bank NTT atau justru ada hubungannya dengan penggunaan dana yang tidak tepat peruntukannya.

4. Net Interest Margin (NIM) pada tahun 2021 pada level 6,23%. Walaupun tergolong masih cukup tinggi tetapi kecendrungan terus menurun dari rata-rata sejak tahun 2017 yang berada pada level 9,51%.

Baca juga  Grass track Kelas bebek standart pembinaan team (BGRT) ACOI MOTOR BASEL , Ghozali 602 berhasil di posisi ke 4

“Semakin ramainya pemberitaan tentang sejumlah kasus di Bank NTT akhir-akhir ini yang diberitakan oleh berbagai media dan di sisi yang lain manajemen Bank NTT sibuk mengklarifikasi dengan menjelaskan citra positifnya maka substansi persoalan semakin liar dalam opini masyarakat,” pungkas Wakil Ketua I DPD Partai Demokrat Provinsi NTT itu.

Paskalis mengingatkan jajaran pejabat Bank NTT, jika ini terus bergelinding tanpa ada kepastian duduk perkaranya maka bisa berdampak menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap Bank NTT (Trust Issue).

“Sebagai bentuk kontol dan kepedulian masyarakat terhadap Bank NTT, kita semua dengan tegas mendorong pihak BPK untuk mengaudit secara komprehensif dugaan penyimpangan yang dilakukan oleh oknum pada Bank NTT dan mendesak APH agar memprioritaskan penegakan hukum bila ditemukan ada dugaan penyimpangan,” tandas Paskalis.

Terhadap OJK yang memiliki otoritas pengaturan dan pengawasan terhadap lalu lintas transaksi keuangan pada Bank NTT, Paskalis meminta agar lebih intensif dalam pengawasannya tanpa ada intervensi dari pihak manapun.

“Sementara itu diharapkan kepada Bank NTT agar lebih hati-hati dengan menerapkan manajemen risiko yang sebaik mungkin dan segera lakukan recovery terhadap risiko yang terjadi agar memulihkan kepercayaan masyarakat,” tutup Paskalis. ***

Oleh : Isidorus Andi




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *