Ads Bangka Selatan
Ads Bangka Tengah
Ads Bangka Barat
DPRD BASEL IDUL FITRI
4 x 1 m EVENT
WhatsApp Image 2023-11-20 at 18.49.23_352a8d70
WhatsApp Image 2023-11-20 at 18.49.09_f17109c0
WhatsApp Image 2024-02-07 at 19.33.04_8501907b
media online idul fitri
IMG-20240711-WA0020
previous arrow
next arrow
300 DAPIL 1 500X300 LOBANG SAJA
300 DAPIL 3 500X300 LOBANG SAJA
300 DAPIL 2 500X300 LOBANG SAJA
300 DAPIL 4 500X300_2 PCS LOBANG SAJA
WhatsApp Image 2023-02-14 at 4.48.10 PM
UHC Award
hari lahir pancasila sosmed
IMG-20230720-WA0000
replicate-prediction-u4rj4ybbg4eyshothuoxormnxq
IMG-20230917-WA0005
WhatsApp Image 2023-11-20 at 18.49.23_352a8d70
WhatsApp Image 2023-11-20 at 18.49.24_754015ff
IG KORPRI 2023
WhatsApp Image 2024-02-07 at 19.33.04_958be2e3
xr:d:DAF-4xttWGo:71,j:1941474905019999148,t:24040103
previous arrow
next arrow

Proyek SPAM Jelutung Modus Untuk Merampok Uang Negara

Opini Oleh

Muhamad Zen

Koppinewd.id, Bangka Tengah –Terdapat dua konsep krusial yang memainkan peran utama dalam pembangunan ekonomi, yakni Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Kedua konsep ini baik itu APBN maupun APBD keduanya harus memberikan dampak yang signifikan pada pertumbuhan ekonomi dan layanan publik. Rabu, (10/7/2024)

Pemerintah pusat sendiri telah menyiapkan anggaran untuk mendanai kegiatan untuk mendukung pembangunan/pengadaan sarana dan prasarana bagi pelayanan publik di daerah. Diantaranya ada dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Bagi Hasil (DBH) yang kesemuanya itu dimaksudkan untuk mempercepat pembangunan daerah.

Disamping dapat mengurangi penganguran diharapkan penggunaan keuangan negara yang bersumber dari APBN seharusnya tak boleh terbuang sia-sia, artinya alokasi dana ini harus benar-benar dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas. Seyogyanya seluruh kebijakan yang dibuat yang berbasis anggaran harus mengedepankan rasa keadilan. Semua proyekn yang akan dikerjakan sebesar – besar demi kepentingan masyarakat sebagai pemegang daulat.

Anggaran Milyaran Rupiah SPAM Jelutung terbengkalai

Proyek SPAM desa Jelutung menggunakan dana DAK yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah tertentu dengan tujuan untuk mendanai kegiatan khusus yang merupakan utusan daerah dan sesuai dengan prioritas nasional.

Baca juga  CPP Kembali Disalurkan oleh Bupati Bangka Tengah, Penuhi Konsumsi Pangan Masyarakat

Jika saja kita sandingkan dengan kondisi SPAM desa Jelutung yang hari ini mangkrak setelah dibangun beberapa tahun lalu hingga kini tak dapat dimanfaatkan hingga dana milyaran rupiah harus terbuang sia-sia maka fakta ini dengan mudah kita simpulkan diawal bahwa ada upaya Penggarongan uang rakyat. Sebagai sosial kontrol masyarakat, LSM TOPAN-RI DPW Babel akan menyurati Kejaksaan Agung RI dan KPK RI serta kementrian PUPR terkait adanya indikasi tindak pidana korupsi di proyek tersebut.

Baca juga  Inspektorat Jendral Kemendagri Terpesona dengan Potensi Desa Namang

Minimnya soasialisasi ke masyarakat membuat semakin nyata bahwa perencanaan proyek ini hanya di design di atas meja tanpa melihat dahulu apakah ada sumber daya yang akan mengoperasikan serta merawat SPAM ini.

Sangat disayangkan jika pemilik daulat atau masyarakat yang dipersalahkan dengan dalih SDM desa Jelutung tidak siap. Akui saja bahwa kalian semua mau merampok uang negara, ‘titik’ jangan dicari – cari siapa tumbal nya.
Hilangnya rasa malu para pembuat kebijakan menjadi sumber terjadinya masalah ini.
Mari maksimalkan serapan anggaran yang menjunjung tinggi rasa keadilan.

#SaveUangNegara
DariPerampok.

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *